Sejarah dan Perkembangan Fintech Di Indonesia

 

Beberapa tahun terakhir, financial technology telah menjadi salah satu tiang penguat dalam perekonomian Indonesia. Karenanya diharapkan financial technology dapat terus berkembang menjadi lebih baik. Financial technology sendiri berasal dari dua kata yang dapat diartikan sebagai pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan layanan jasa keuangan dan jasa perbankan.

Sedangkan pengertian fintech dalam Oxford Dictionary adalah “computer programs and other technology used to support or enable banking and financial services” atau yang memiliki arti sebagai program komputer dan teknologi lainnya yang digunakan untuk membantu layanan perbankan dan layanan finansial. Tidak hanya itu saja, menurut Investopedia, financial technology dibuat untuk meningkatkan pengguna dan jug pelayanan pada konsumen terkait teknologi dan keuangan.

Financial technology menggunakan internet dalam penggunaannya. Ada banyak sekali layanan dari financial technology yang dapat digunakan, misalnya saja untuk pembayaran, asuransi, investasi, dan lain sebagainya. Salah satu contoh layanan fintech yang sering digunakan tanpa sadar adalah e-banking. Hampir seluruh bank memiliki aplikasi e-banking, sebut saja mandiri banking, danamon m-banking, Telkomsel e-cash dan lain sebagainya. Banyak sekali perusahaan atau bank yang menerapkan financial technology untuk mempermudah para penggunanya dalam bertransaksi.

Banyaknya fintech OJK (legal) yang mulai bermunculan menunjukkan bahwa saat ini financial technology tidak hanya dibuat oleh perusahaan-perusahaan besar saja, namun juga start-up. Financial technology pun sejalan dengan visi ekonomi digital pemerintah dalam bidang e-government dan juga e-commerce yang nantinya akan dicapai melalui kebijakan-kebijakan.

Melalui OJK (Otoritas Jasa Keuangan), telah diatur sebuah peraturan untuk mengangkes layanan peminjaman uang berbasis teknologi informasi dengan POJK No. 77/POJK.01 Tahun 2016. Hal ini membuat financial technology menjadi sebuah solusi struktural bagi pertumbuhan industri-industri di Indonesia yang berbasis elektronik dan juga dapat menjadi fasilitator untuk pertumbuhan UMKM agar dapat menggapai pasar yang jauh lebih luas. Walaupun financial technology menjadi penopang perekonomian Indonesia, namun hal tersebut juga memiliki sisi buruknya karena memiliki resiko terhadap kejahatan cyber serta dapat merusak pasar.

Berikut adalah beberapa contoh perusahaan dan start-up yang sudah terdaftar di OJK yang berfokus pada financial technology:

  •  Amartha, berdiri sejak 2010 dengan fokus untuk memberikan layanan peer-to-peer lending.
  •  Bareksa, didirikan tahun 2013 memberikan layanan jual-beli produk reksadana secara online.
  •  Go-Pay, dibuat untuk mendukung layanan Go-Jek dalam pembayaran non-tunai.
  •   Halofina, didirikan tahun 2017 yang merupakan robo-advisor yang membantu pengguna dalam mengelola keuangan pribadi sesuai dengan tujuan masing-masing.

 

Author: karim6000

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *