Solusi Menolak (Menyesal) Tua dengan 5 Tips Finansial Ini

Selain menolak lupa, di era milenial saat ini biasanya kalangan dewasa juga kerap menolak tua. Kok bisa?

Tidak ada salahnya dengan menjadi tua, karena sudah hukum alam. Usia manusia terus bertambah. Kesalahan sesungguhnya ada pada kalangan dewasa yang di masa mudanya tidak mempersiapkan diri menjelang usia tuanya tersebut. Sehingga, ketika masa tua datang, perasaan menyesal lah yang datang.

Berikut ini ada beberapa persiapan masa tua yang bisa kalangan muda dan dewasa perhatikan agar tidak menyesal di kemudian hari.

1. Jangan Terburu-buru Menikah

Memasuki usia 30-an, bagi yang belum berkeluarga biasanya mulai was-was. Tapi, kalau belum memiliki pekerjaan tetap, khususnya untuk pria biasanya keinginan menikah ini malah hilang. Alasannya, takut belum siap secara finansial.

Kalau kesiapan financial menjadi alasan penting dalam menikah, maka sebelum usia yang kamu targetkan untuk menikah itu datang, kamu harus segera menyiapkannya.

Memang, rezekii itu sudah ada yang mengatur. Tapi, di antaranya ada rezeki yang perlu kita usahakan, kan? Memasuki dunia rumah tangga, kebutuhan bertambah menjadi kebutuhan dua orang. Kebutuhan ini akan semakin bertambah seiring bertambahnya anggota keluarga. Jadi, pasti kita butuh penghasilan yang lebih dibandingkan saat sendiri dulu.

Di sini, peranan kaum pria sebagai kepala keluarga dibutuhkan untuk menjaga stabilitas keuangan keluarga agar setiap kebutuhan anggota keluarga tersebut terpenuhi. Namun, peranan istri juga sangat penting. Jika mampu dan memungkinkan mendapatkan penghasilan tambahan, kenapa tidak? Disadari atau tidak, kebutuhan istri sebagai perempuan jauh lebih banyak pengeluarannya. Sehingga, kalau memiliki penghasilan sendiri, penghasilan suami bisa dialokasikan ke kebutuhan lainnya.

Bagi yang sudah maupun belum memiliki calon pasangan, ada baiknya hal ini menjadi pertimbangan sebelum memutuskan menikah. Misalnya, calon suami belum punya pekerjaan tetap, maka calon istri harus bisa menerima jika pemenuhan kebutuhannya masih terbatas. Atau, calon istri siap jika masih harus bekerja setelah menikah nanti.

2. Terapkan Gaya Hidup Hemat

Hemat seperti apa sih yang berpengaruh bagi kehidupan kita di masa mendatang?

Boleh saja kamu belum memiliki pekerjaan tetap dengan gaji per bulan yang masih pas-pasan. Tapi, kamu percaya kan pada peribahasa ‘sedikit-sedikit, lama-lama jadi bukit’?

Ya, kuncinya rajin menabung! Sedikit gaji yang kamu dapatkan kalau kamu rajin menyimpannya, otomatis itu akan terkumpul. Bentuk tabungan yang kamu ambil pun bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan. Apakah itu tabungan rencana atau tabungan pensiun.

3. Daftar Asuransi

Ini nih yang masih sering kalangan muda tidak sadari. Menyiapkan masa tua sejak dini dengan asuransi.

Kalau kamu masih sendiri saat ini, jangan ragu untuk membeli polis asuransi. Entah itu asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi kecelakaan, atau pun asuransi santunan tunai. Demikian juga jika sudah punya calon, sarankan hal yang sama.

Ketika kalian menikah dan berkeluarga, bisa ditambah asuransi keluarga dan pendidikan.

Asuransi merupakan bagian dari proteksi diri agar kamu tidak kesulitan finansial saat bertemu masalah-masalah tak terduga seperti sakit, kecelakaan, atau lebih parahnya saat meninggal. Pun ketika sudah berkeluarga, adanya asuransi bisa membantu meringankan kondisi keuangan ketika kondisi-kondisi tersebut kamu dan keluarga alami.

Jika kamu dan calon pasangan sama-sama memiliki asuransi sejak dini, maka ketika berkeluarga, kalian hanya perlu memikirkan asuransi tambahan untuk anak-anak dan masa depannya.

4. Jangan Terpaku pada Satu Pekerjaan

Kalau kamu mampu, tidak ada salahnya memiliki lebih dari satu pekerjaan. Mumpung masih muda dan produktif, asah terus kemampuan wirausaha atau bisnismu. Kalau punya calon pasangan, kalian juga bisa join untuk melakukan bisnis bersama-sama yang dari keuntungannya bisa kalian simpan atau alokasikan untuk kebutuhan biaya pernikahan atau untuk tabungan masa depan kelak.

Takut tidak berjodoh? Kan masih bisa jadi partner bisnis.

5. Investasi Jangka Panjang

Mau mencoba investasi jangka panjang yang bisa bermanfaat hingga masa tua? Coba berinvestasi di bidang property. Misalnya membeli tanah, sawah, atau buat kos-kos/kontrakan. Beberapa contoh tersebut bersifat jangka panjang karena setiap tahun rata-rata harganya terus naik. Apalagi jika lokasinya strategis dan menjamin masa tua kamu lebih sejahtera sekalipun sudah tidak bekerja.

 

Tinggalkan Balasan